Kick Andy
Jumat, Juni 03, 2011 |
Label:
Ebook

Sang Pemimpi
Jumat, Juni 03, 2011 |
Label:
Ebook
SANG PEMIMPI

Tetapi, kebimbangan Ikal akan hidup dan masa depan membuatnya patah arang dan berusaha menghapus impiannya bersekolah ke Eropa bersama Arai. Ikal yang dulu seolah memiliki semangat baru, menjadi Ikal yang tenggelam dalam keputusasaan dan menyisakan kekecewaan yang dalam di hati sang ayah yang sangat membanggakan dirinya sejak kecil
Rasa bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup untuk mencapai mimpi mereka buka. Cita-cita, harapan, dan cinta. Dengan tambahan bekal dari tabungan Jimbron, Ikal dan Arai melanjutkan hidup untuk merajut mimpi. Namun, setelah gelar sarjana diraih, Arai menghilang. Tinggalah Ikal sendirian mengadu nasib sambil mengejar mimpi. Sanggupkah ia meraih mimpinya tanpa kehadiran Arai?
DOWNLOAD DISINI!!
Namaku Izrail
Jumat, Juni 03, 2011 |
Label:
Ebook
Penulis: Atmonadi
Risalah Mawas Diri
Prolog
"Namaku Izrail".
Tiba-tiba saja ia berdiri dihadapanku. Memperkenalkan diri entah dari mana. Terus terang, aku melongo ketika orang atau lebih tepatnya mahluk itu ada dihadapanku. Entah kenapa, aku tidak terlalu kaget. Hanya saja, memang muncul rasa heran dan takut. Tubuhku yang sedang berbaring setengah terangkat. Aku menatap bengong melihatnya berdiri di hadapanku. Meski rasa takut menyergapku, aku seakan-akan tidak merasa asing dengan sosok ini. Kayanya pernah kenal, tapi dimana gitu. Dalam beberapa saat aku seperti pikun. Lupa. Tepatnya nggak tau apakah pernah bertemu dengannya atau tidak. Sepertinya aku mengalami dejavu, pikirku.
Cukup lama ia memandangku dengan diam, setelah dia menyebutkan namanya begitu saja. Padahal aku nggak minta diperkenalkan. Boro-boro perkenalan, dia begitu saja mengada, makanya siapa diapun aku nggak ngeh. Izrail katanya. Siapa ya? Rasanya nama itu pernah kudengar dengan baik. Tapi aku lagi-lagi tidak mampu menggali memori dari otakku yang tiba-tiba menjadi beku.
DOWNLOAD DISINI!!
Risalah Mawas Diri
Prolog
"Namaku Izrail".
Tiba-tiba saja ia berdiri dihadapanku. Memperkenalkan diri entah dari mana. Terus terang, aku melongo ketika orang atau lebih tepatnya mahluk itu ada dihadapanku. Entah kenapa, aku tidak terlalu kaget. Hanya saja, memang muncul rasa heran dan takut. Tubuhku yang sedang berbaring setengah terangkat. Aku menatap bengong melihatnya berdiri di hadapanku. Meski rasa takut menyergapku, aku seakan-akan tidak merasa asing dengan sosok ini. Kayanya pernah kenal, tapi dimana gitu. Dalam beberapa saat aku seperti pikun. Lupa. Tepatnya nggak tau apakah pernah bertemu dengannya atau tidak. Sepertinya aku mengalami dejavu, pikirku.
Cukup lama ia memandangku dengan diam, setelah dia menyebutkan namanya begitu saja. Padahal aku nggak minta diperkenalkan. Boro-boro perkenalan, dia begitu saja mengada, makanya siapa diapun aku nggak ngeh. Izrail katanya. Siapa ya? Rasanya nama itu pernah kudengar dengan baik. Tapi aku lagi-lagi tidak mampu menggali memori dari otakku yang tiba-tiba menjadi beku.
DOWNLOAD DISINI!!
Max Havelaar
Jumat, Juni 03, 2011 |
Label:
Ebook
Judul : Max Havelaar
Penulis : Multatuli
Alih Bahasa : Andi Tenri W.
Penerbit : Narasi, 2008
Max Havelaar adalah sastra kolonial yang paling popular di Indonesia yang ditulis oleh Multatuli, nama pena dari Eduard Douwes Dekker pada tahun 1985. Novel ini mempersembahkan kisah Sang Makelar Kopi dan Pria Berselendang, Max Havelaar, Saijah dan Adinda, tiga fragmen yang meloncat-loncat tapi tetap nyaman dibaca. Multatuli menunjukkan kepada dunia tentang penyalahgunaan kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda Timur dan pejabat pribumi terhadap masyarakat Jawa, dimana busuknya praktik kolonialisme dan feodalisme sudah tidak bisa ditutupi lagi.
Seandainya ada kelas membaca dalam kurikulum sekolah negeri, maka Max Havelaar harus ada dalam literatur wajib! Multatuli juga mewariskan semangat untuk menulis dengan kata-kata: Ya, saya ingin dibaca! Ya, saya akan dibaca!
DOWNLOAD DISINI!!
Penulis : Multatuli
Alih Bahasa : Andi Tenri W.
Penerbit : Narasi, 2008
Max Havelaar adalah sastra kolonial yang paling popular di Indonesia yang ditulis oleh Multatuli, nama pena dari Eduard Douwes Dekker pada tahun 1985. Novel ini mempersembahkan kisah Sang Makelar Kopi dan Pria Berselendang, Max Havelaar, Saijah dan Adinda, tiga fragmen yang meloncat-loncat tapi tetap nyaman dibaca. Multatuli menunjukkan kepada dunia tentang penyalahgunaan kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda Timur dan pejabat pribumi terhadap masyarakat Jawa, dimana busuknya praktik kolonialisme dan feodalisme sudah tidak bisa ditutupi lagi.
Seandainya ada kelas membaca dalam kurikulum sekolah negeri, maka Max Havelaar harus ada dalam literatur wajib! Multatuli juga mewariskan semangat untuk menulis dengan kata-kata: Ya, saya ingin dibaca! Ya, saya akan dibaca!
DOWNLOAD DISINI!!
Langganan:
Postingan (Atom)